Inovasi

DARPA Lanjutkan Pengujian Enam Pengembang Komputer Kuantum Menuju Komputasi Skala Industri

Defense Advanced Research Projects Agency atau DARPA mengumumkan perkembangan penting dalam pengujian komputer kuantum pada 7 Oktober 2026. Melalui program Quantum Benchmarking Initiative (QBI), lembaga riset pertahanan Amerika Serikat tersebut melanjutkan evaluasi enam perusahaan yang mengembangkan pendekatan komputasi kuantum berbeda. Empat perusahaan baru memasuki tahap pengujian akhir dan bergabung dengan dua peserta sebelumnya. Langkah ini menjadi perhatian dalam industri TEKNOLOGI karena DARPA menargetkan pembuktian kemungkinan hadirnya komputer kuantum berskala industri pada 2033. Fokus pengujiannya bukan sekadar jumlah qubit, melainkan kemampuan menghasilkan manfaat komputasi nyata yang melebihi biaya pengoperasian sistem.

Langkah DARPA Menguji Kelayakan Komputasi Kuantum Skala Industri

Lembaga penelitian pertahanan Amerika Serikat melanjutkan pengujian terhadap berbagai arsitektur komputasi kuantum dengan meneruskan penilaian terhadap enam pendekatan teknologi. Dalam pengumuman 7 Oktober 2026, empat perusahaan yang dinyatakan memenuhi persyaratan tahap sebelumnya adalah Atom Computing, Diraq, IBM, dan IonQ. Para pengembang yang baru terpilih bergabung dengan Microsoft dan PsiQuantum. Melalui penambahan tersebut, terdapat enam organisasi yang mengikuti evaluasi Stage C. Evaluasi akhir tersebut tidak secara otomatis menetapkan perusahaan sebagai pemenang.

QBI yang dikembangkan lembaga tersebut diluncurkan pada 2024 untuk memeriksa kemungkinan pembangunan sistem kuantum yang benar-benar berguna. Sejak pelaksanaannya, DARPA meninjau pendekatan teknologi dari lebih dari 20 perusahaan. Proses seleksi tersebut mempertimbangkan rancangan sistem secara menyeluruh. Sasaran penting program tersebut adalah menilai kemungkinan tercapainya sistem kuantum yang berguna secara ekonomi sebelum atau pada 2033. Dalam ekosistem riset komputasi modern, proses tersebut menjadi dasar evaluasi kemajuan komputasi kuantum.

Pendekatan Berbeda Menuju Komputer Kuantum Berskala Industri

Kelompok pengembang yang melanjutkan evaluasi akhir memanfaatkan metode fisika yang tidak sepenuhnya sama. Atom Computing mengandalkan susunan atom netral, sedangkan Diraq berfokus pada qubit spin dalam struktur semikonduktor silikon. Sementara itu, IBM mengembangkan komputasi berbasis rangkaian superkonduktor. IonQ menggunakan teknologi trapped-ion. Perbedaan teknologi ini menunjukkan bahwa industri masih mengevaluasi berbagai pendekatan. Setiap rancangan tersebut memerlukan strategi khusus untuk meningkatkan keandalan sistem. Karena itu, DARPA tidak membatasi evaluasi pada satu jenis qubit.

Sementara dua pengembang terdahulu adalah Microsoft dan PsiQuantum yang berasal dari program pendahulu US2QC. Microsoft meneliti arsitektur komputasi kuantum berbasis qubit topologis, sedangkan PsiQuantum mengembangkan komputer kuantum menggunakan foton. Dalam sistem yang menggunakan cahaya, informasi kuantum direpresentasikan menggunakan sifat foton. Sementara itu, teknologi topologis berupaya memanfaatkan sifat fisika tertentu untuk melindungi informasi kuantum. Walaupun masing-masing mempunyai potensi, pengembangan tersebut masih membutuhkan pembuktian rekayasa dalam skala besar. Perbedaan ini menunjukkan pentingnya pengujian berdasarkan hasil nyata.

Cara DARPA Memeriksa Kesiapan Teknologi Komputer Kuantum

Untuk menilai kesiapan teknologi, QBI membagi evaluasi ke dalam tiga tahapan utama. Stage A digunakan untuk mengevaluasi rancangan awal dan berlangsung sekitar enam bulan. Dalam proses penilaian pertama, perusahaan memaparkan pendekatan teknis menuju sistem yang berguna. Pada tahap berikutnya, Stage B menggunakan periode evaluasi sekitar dua belas bulan. Tahap pengembangan tersebut memeriksa kelayakan peta jalan teknologi secara rinci. Perusahaan yang mengikuti tahap tersebut perlu menunjukkan rencana pengurangan risiko. Berkat struktur evaluasi berurutan, DARPA berupaya menghindari keputusan yang hanya didasarkan pada janji pengembang.

Fase evaluasi terakhir adalah proses validasi terhadap implementasi teknologi. Pada fase ini, tim pemerintah bekerja bersama pengembang untuk menguji teknologi. Proses tersebut dimaksudkan untuk kemampuan sistem dievaluasi menggunakan bukti teknis. Dalam pengujian perangkat keras, evaluator dapat menilai operasi qubit dan sistem pengendali. Perlu diperhatikan bahwa, Stage C bukan berarti komputer kuantum industri telah selesai dibangun. Karena alasan tersebut, perusahaan harus memenuhi evaluasi independen sebelum klaim keberhasilan dapat diterima.

Mengapa Komputasi Kuantum Membutuhkan Pengujian Mendalam

Hambatan mendasar dalam pengembangan komputer kuantum adalah kerentanan informasi kuantum terhadap gangguan. Tidak seperti informasi digital konvensional, qubit dapat merepresentasikan informasi melalui prinsip superposisi. Karakteristik fisika ini memberikan dasar bagi metode komputasi tertentu. Namun, gangguan lingkungan dan ketidaksempurnaan operasi menyebabkan hasil perhitungan menjadi tidak akurat. Untuk menghadapi kondisi tersebut, pengembang perlu mengembangkan sistem pengendalian kesalahan. Pendekatan perlindungan informasi tersebut memanfaatkan redundansi kuantum yang dirancang khusus. Keberhasilan pendekatan ini menjadi faktor penting untuk menjalankan perhitungan panjang.

Selain koreksi kesalahan, tantangan lain adalah meningkatkan jumlah komponen tanpa mengorbankan kualitas. Sistem kuantum dengan kapasitas industri harus didukung komunikasi dan pengendalian yang stabil. Pada beberapa pendekatan, pengembang harus menyediakan lingkungan fisik yang terkendali. Kebutuhan tersebut berpotensi meningkatkan konsumsi sumber daya. Hal tersebut menunjukkan bahwa, jumlah qubit tidak boleh menjadi satu-satunya tolok ukur kemampuan. Melalui pendekatan evaluasi tersebut berupaya menilai tantangan rekayasa sejak awal.

Dampak Program DARPA terhadap Masa Depan Teknologi Kuantum

Fokus strategis dalam pengujian QBI adalah mengetahui apakah komputer kuantum dapat mencapai utility scale pada 2033. Istilah utility scale mengacu pada kondisi ketika manfaat komputasi melebihi biaya pengoperasian. Pendekatan penilaian tersebut tidak hanya mempertimbangkan kapasitas perangkat keras. Dalam penerapan potensial, komputer kuantum dapat membantu simulasi molekul tertentu. Meski berbagai aplikasi sedang diteliti, tidak semua pekerjaan akan menjadi lebih cepat. Oleh sebab itu, target 2033 harus dipahami sebagai tujuan program penelitian.

Dari perspektif industri, evaluasi DARPA mungkin menjadi dasar pengambilan keputusan investasi. Pengujian teknis oleh pihak pemerintah membantu menilai klaim teknologi secara lebih objektif. Manfaat evaluasi tersebut penting karena pengembangan komputer kuantum membutuhkan investasi besar. Di samping manfaat bagi perusahaan, keberadaan beberapa pendekatan teknologi membuka ruang pengembangan arsitektur alternatif. Dalam tujuan programnya, DARPA menjelaskan bahwa QBI bertujuan mengevaluasi kelayakan setiap pendekatan secara terpisah. Oleh sebab itu, perkembangan komputasi kuantum memiliki dasar evaluasi teknis yang lebih kuat.

Rangkuman Perkembangan Quantum Benchmarking Initiative

Perluasan peserta Stage C dalam program QBI menjadi perkembangan penting dalam penelitian komputer kuantum. Kelompok perusahaan tambahan dalam Stage C bergabung dengan Microsoft serta PsiQuantum. Berkat proses verifikasi dan validasi, DARPA ingin membuktikan apakah rancangan dapat diwujudkan. Sasaran utility scale pada 2033 memberikan arah bagi pengembangan teknologi. Walaupun enam peserta telah memasuki tahap akhir, keberhasilan akhir memerlukan bukti nyata dari sistem yang diuji.

Untuk masa depan komputasi global, program QBI menegaskan manfaat evaluasi berbasis bukti. Kemajuan komputer kuantum tidak cukup dinilai melalui jumlah komponen. Berkat evaluasi teknologi yang mendalam, berbagai pendekatan berpotensi membuka peluang komputasi baru. Namun perlu diingat, komputer kuantum belum menggantikan seluruh kemampuan komputer klasik. Menurut Anda, apakah evaluasi teknologi kuantum menuju 2033 akan mempercepat hadirnya komputasi skala industri? Silakan bagikan pendapat Anda tentang peluang komputasi kuantum dalam industri.

Diana Purwanti

Saya Diana Purwanti, penulis yang fokus pada dunia teknologi dan transformasi digital. Melalui tulisan, saya menghadirkan informasi seputar inovasi, perangkat terbaru, serta tren teknologi yang membentuk gaya hidup modern. Bagi saya, menulis tentang teknologi adalah cara untuk mengedukasi, menginspirasi, dan membantu pembaca beradaptasi dengan perubahan zaman.

Related Articles

Back to top button